Tag Archive | "suharna"

286128_2222713257966_1551765074_32367874_8008505_o

Tags: , , , ,

Kegagalan Teknopreneurship Akibat Tak Berbasis Kebutuhan

Posted on 15 November 2011 by admin

SEMARANG—Masih sedikitnya pelaku usaha berbasis teknologi (teknopreneurship) di Indonesia, menurut Ketua Umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI), Warsito P Taruno karena belum berbasis kepada kebutuhan masyarakat luas selaku pengguna teknologi tersebut. Akibatnya, para peneliti lebih banyak asyik dengan dunianya sendiri dan tak beranjak mengaplikasikan teknologi yang dihasilkannya ke dunia bisnis atau usaha.

‘’Banyak peneliti atau teknolog ketika ingin terjun ke dunia bisnis tak melihat seberapa besar kebutuhan masyarakat kepada teknologi yang dihasilkannya. Akibatnya ketika memaksakan diri untuk menjadikan teknologinya produk yang diminati masyarakat, mereka menemukan kegagalan,’’ papar Warsito saat berbicara di depan peserta Research and Technoday 2011 yang digelar Universitas Diponegoro, Semarang, Sabtu (12/11) lalu.

Menurut pendiri Edwar Technology dan pemegang paten teknologi pemindai empat dimensi ini (ECVT 4D) ini, ia banyak menemukan para peneliti yang lebih suka di laboratoriumnya saja, tanpa mencoba melihat demikian banyak kebutuhan masyarakat yang bisa dipenuhi dengan teknologi yang mereka miliki. Padahal bila mereka jeli, banyak peluang usaha yang bisa memanfaatkan teknologi yang mereka telah tekuni bertahun-tahun.

Kondisi makin diperparah dengan belum besarnya perhatian pemerintah kepada upaya penumbuhan UKM berbasis teknologi. ‘’Sudah tak berbasis kebutuhan publik, juga masih ada kesenjangan antara keinginan peneliti atau teknolog dengan perhatian pemerintah dalam membangun wirausaha berbasis teknologi. Harusnya, dua kepentingan ini menjalin sinergi sehingga peneliti atau teknolog yang merintis usahanya berbasis kebutuhan masyarakat didukung penuh oleh keinginan kuat pemerintah membangun dunia usaha berbasis teknologi,’’ papar peneliti yang tengah mengembangkan perangkat pembasmi kanker, khususnya kanker payudara ini.

Pentingnya sinergisitas dua pihak ini menjadi sebuah keharusan, sebab bila tidak gagal, usaha ini jalan di tempat atau tak berkembang. Warsito mencontohkan bagaimana Singapura gagal membangun teknopreneurship dari para penelitinya meski sudah mengucurkan dana insentif tak kurang dari  Rp 1 triliun selama 15 tahun. Demikian pula Filipina dan beberapa negara ASEAN lainnya.

Meski demikian, Warsito tak menampik bila peneliti yang membangun usahanya berbasis kebutuhan masyarakat dapat berkembang tanpa campur tangan pemerintah. Ia kemudian menunjuk Teraflux, sebuah perusahaan desain kapal kepercayaan pengusaha Amerika dan Jepang yang dipimpin Kaharuddin Jenod.

Juga, Xirca, perusahaan pembuat chip telekomunikasi nirkabel yang dimotori Eko Fajar sebagai bukti keberhasilan usaha peneliti yang berbasis kebutuhan masyarakat pengguna, meski tak ada campur tangan pemerintah.

‘’Atau seperti riset-riset nanoteknologi dari Pak Nurul Taufiqu Rohman yang kewalahan memenuhi order industri jamu atau kosmetik yang meminta bahan baku jamu atau kosmetiknya diberi sentuhan teknologi nano,’’ papar Warsito.

Pakar nanoteknologi Nurul Taufiqu Rohman yang berbicara di sesi Seminar Nano membenarkan bila teknologi nano yang dikembangnya semakin menarik minat kalangan industri. ‘’Nano teknologi diyakini sebagai sebuah konsep teknologi yang akan melahirkan revolusi industri baru di abad ke-21. Beberapa cabang ilmu terapan dan medis mengadopsi nanoteknologi dan nanosains dan menjadikan  pondasi utamanya,’’  ujar Nurul  yang juga Ketua Masyarakat Nanoteknologi (MNI) dan anggota Dewan Pakar Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Ia kemudian mencontohkan perkembangan nanoteknologi dalam dunia computer telah mengubah tak hanya ukuran computer semakin ringkas namun juga peningkatan kemampuan dan kapasitas yang luar biasa, sehingga memungkinkan penyelesaian program-program raksasa dalam waktu singkat. Bila diimplementasikan dalam pengolahan baja, maka nanobaja mampu menghasilkan baja yang berstruktur halus karena mampu mencapai ukuran beberapa puluh nanometer saja, namun memiliki kekuatan dan umur dua kali lipat dari baja terbaik yang ada saat ini.

‘’Padahal, teknologi nanobaja sangat sederhana dan tidak memerlukan peralatan tertentu untuk pembuatannya,’’ papar doctor bidang ilmu material dan rekayasa produksi dari Kagoshima University, Jepang tersebut.(*)


SEKILAS MITI:

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bidang teknologi ini berdiri pada 18 Januari 2004 oleh sekumpulan peneliti dan ilmuwan Indonesia. Berbasis di Jakarta, kini tak kurang dari 300 doktor berbagai bidang ilmu tergabung dan menjadi anggota. Selain memiliki cabang di berbagai daerah Indonesia, MITI memiliki perwakilan di beberapa negara lain.

Hingga kini, MITI bergerak dalam bidang pembinaan anggota (individu dan lembaga), pelayanan kepada publik, dan kajian-kajian atas berbagai kebijakan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat ini MITI dipimpin oleh Dr. Warsito P Taruno, M.Eng dengan Ketua Dewan Pakar Dr. Ade Komara Mulyana.

Muarif
Humas MITI

Comments (0)

338321_2257433356374_1264579581_32210120_491428405_o

Tags: , , ,

RESEARCH AND TECHNO DAY 2011

Posted on 05 November 2011 by admin

RESEARCH AND TECHNO DAY 2011
______________________________​_____________________________

Seminar Nasional dan Pameran Nanoteknologi
“Strategi Pengembangan Nanoteknologi di Indonesia dan Aplikasinya dalam Industri”

Speaker :
1. Drs. H. Suharna Surapranata, M.T (Mantan Menristek RI Kabinet Indonesia Bersatu II, Pembina Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia)
2. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng (Ketua Masyarakat Nano Indonesia)
3. Prof. Dr. -Ing. Harianto Hardjasaputra (Guru Besar Teknik Sipil UPH, Ahli Beton Berteknologi Nano)
4. Dr. Agus Subagio (Dosen FMIPA UNDIP, Peneliti Material Carbon Nano Tube)
5. Manager R&D Pura Group Kudus

Continue Reading

Comments (0)

Percaya Perubahan Gradual

Tags: , , ,

Percaya Perubahan Gradual

Posted on 31 October 2011 by admin

Apa kesibukan mantan Menristek Suharna Surapranata usai dilengserkan dalam reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II beberapa waktu lalu? Tokoh Partai Keadilan Sejahtera yang jarang bicara ini, kini sibuk keliling dari satu kampus ke kampus lain. Setelah kampus UGM, jadwal padat ke berbagai kampus di Indonesia hingga akhir tahun ini sudah menanti.

‘’Saya kembali seperti awal karir dulu, membina mahasiswa,’’ katanya usai memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa dari berbagai kampus Indonesia pada Forum Silaturahim Nasional Lembaga Dakwah Kampus (Forsil LDK) di Kampus Bulaksumur, UGM Yogyakarta, akhir pekan lalu (28/10).

Terlihat lebih segar dan bersemangat, Suharna begitu antusias memberikan ilmunya dalam membina diri dan karakter kepada para aktivis dakwah kampus tersebut. Selaku pendiri dan pembina Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog (MITI), sebuah LSM yang didirikan sejak 2004 dan beranggotakan 300 doktor di berbagai belahan dunia tersebut, Suharna mengingatkan para aktivis mahasiswa untuk percaya bahwa perubahan terbaik bagi bangsa ini adalah perubahan gradual (bertahap).

Ia kemudian mencontohkan bagaimana di awal 80-an busana jilbab dilarang keras pemerintah. Namun, dengan berjalannya waktu dan keinginan banyak pihak akhirnya saat ini memakai jilbab tak sekedar menjalankan kewajiban agama, namun sudah menjadi mode. ‘’Bahkan di kalangan pejabat TNI, cukup banyak yang mengenakan jilbab, sesuatu yang tak terbayangkan di masa lalu.’’

Buat Suharna, perubahan secara gradual pula yang mengantarkan aktivis kampus menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan. ‘’Contohnya saya, tak pernah terpikir jadi menteri karena dulu ambil jurusan Fisika. Tapi, lewat aktivis kampus yang jadi cikal bakal kelahiran MITI, akhirnya Alloh berkehendak lain. Dan saya yakin dari ratusan aktivis kampus seperti Anda, pasti akan ada yang menjadi pemimpin bangsa ini di masa depan,’’ katanya yang disambut teriakan takbir dari peserta.

Saat menjelaskan soal reshuffle dirinya, Suharna dengan enteng menjawab bahwa pergantian menteri itu ibarat pergantian nahkoda atau supir. “Kita sudah tahu mau kemana kapal atau mobil itu berjalan. Ibarat mau ke Semarang, di tengah jalan supirnya diganti kan nggak masalah sepanjang arah perjalanan itu tak berbelok ke tempat lain. Kalau lihat dia berbelok ke Yogyakarta, penumpangnya yang menegur dan mengarahkan kembali ke tujuan semula.’’

Humas MITI

Comments (0)

Suharna: Jaga Kredibilitas Aktivis Kampus

Tags: , , , ,

Suharna: Jaga Kredibilitas Aktivis Kampus

Posted on 31 October 2011 by admin

YOGYAKARTA — Mantan Menristek KIB-II (2009-2011) sekaligus Pendiri dan pembina Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Suharna Surapranata mengajak aktivis kampus untuk membangun dan menjaga kredibilitasnya selaku ilmuwan muda. Dengan kredibilitas yang terjaga itulah maka para aktivis kampus dapat membangun karakternya sebagai agen perubahan atau agent of change. Continue Reading

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here