Archive | Tentang Kami

Pengurus  MITI klaster Mahasiswa Tahun 2012

Tags: , ,

Pengurus MITI klaster Mahasiswa Tahun 2012

Posted on 08 May 2012 by admin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketua : drh. Tasik Aji Prabowo Universitas Gadjah Mada

 

Sekum : Sofa Abdul Muiin M., S.Pd Universitas  Pendidikan Indonesia
Tim Sekum : Tri Murni Setiyawati, S.Pd. Universitas Pendidikan Indonesia
  Muhammad Taufiq T., S. Pd Universitas Gadjah Mada
  Rahayu Dian Universitas Jambi
  Nur Nailis Sa’adah Institut Teknologi  Sepuluh Nopember
  Haritsah Setya Nur Universitas Gadjah Mada

 

Departemen Human Resource Development (HRD)
Ka.Dep : Asnia Ratna Paramita, S.Pt Universitas Diponegoro
 Tim HRD   Ira Puspitasari, ST. Universitas Diponegoro
  Ferri Andika Universitas Negeri Yogyakarta
  Yosi Laila Rahmi, S.Pd Universitas Negeri Padang
  M. Abdu Rabbihi, SP Universitas Andalas
  Yolanda Sylvia, S.TP Institut Pertanian Bogor
  Ronal Rifandi, S.Pd Universitas Negeri Padang
  Sastriviana Wahyu S. Universitas Gadjah Mada
  Continue Reading

Comments (1)

Peresmian Bank Pupuk Organik Wonolagi

Peresmian Bank Pupuk Organik Wonolagi

Posted on 29 April 2012 by admin

Tim PKM M (Program Kreativitas Mahasiswa) Pengabdian Masyarakat UGM yang terdiri dari Lovin Dika Antari, Ahmad Juwari, Puji Lestari, Eko Yasi dan Ari Wardhani mengadakan launching Bank Pupuk di dusun Wonolagi, Ngleri, Playen, Gunung Kidul. Launching yang diselenggarakan bersama masyarakat dusun Wonolagi ini berlangsung dengan meriah dengan kehadiran perwakilan dari Pemda Gunung Kidul serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fapet UGM, bapak Edi Suryanto.

Gambar 1. Peresmian Bank Pupuk

Ide mengenai PKM Pengabdian Masyarakat tersebut berupa penerapan Bank Pupuk, yakni pengolahan kotoran kambing ataupun sapi yang banyak terdapat di dusun Wonolagi sebagai sentra peternakan. Pupuk-pupuk yang ada pada masing-masing keluarga kemudian dikumpulkan sebagai tabungan warga, tabungan tersebut diolah menjadi pupuk organik yang bisa diambil oleh masyarakat sendiri untuk keperluan pupuk bagi lahan pertanian mereka. Sepintas memang sederhana, namun demikian adanya Bank Pupuk ini diharapkan mampu membangkitkan gairah dan semangat masyarakat untuk memberikan nilai lebih pada barang yang sebelumnya dianggap sepele. Terlebih lagi jika pupuk yang dihasilkan tersebut dalam jangka panjang akan membantu warga meningkatkan perekonomian mereka di bidang pertanian dan peternakan.

Saat ini terdapat beberapa spot pengolahan pupuk organik yang ada di Wonolagi, harapannya spot pengolahan pupuk tersebut semakin banyak sehingga kemudian masyarakat yang ada di dusun wonolagi dan sekitarnya tidak tergantung pada pupuk kimia yang saat ini digunakan masyarakat untuk menyuburkan lahan pertanian mereka.

Launching yang diadakan tanggal 21 April 2012 lalu tersebut menarik perhatian berbagai pihak, terutama dari Pemda sendiri yang memberi apresiasi yang cukup besar pada pelaksanaan program ini. Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fapet UGM mengatakan bahwa keberadaan Bank Pupuk yang ada di Wonolagi dengan nama Bank Purwo (pupuk Wonolagi) merupakan yang pertama di dunia. Keberadaan pengolahan pupuk organik semacam ini diharapkan mampu menularkan semangatnya di daerah lain, tambahnya.

Senada dengan Wakil Dekan tersebut, masyarakat yang ada di Wonolagi merasa antusias dan semangat menjalankan program ini, harapan mereka, Bank Pupuk yang diinisiasi bersama dengan mahasiswa dari PKM ini mampu berlanjut tidak hanya berhenti ketika program selesai, namun mampu dilanjutkan hingga mampu memajukan masyarakat petani dan peternak di wilayah mereka.

Gambar 2. Tim PKM-P Bank Pupuk Organik

Tulisan oleh:  Eko Yasin P.M. (RCDC MITI Yogyakarta)

Comments (0)

Potensi Peternakan Ayam Jawa Super di Dusun Bedukan, Pleret, Bantul

Potensi Peternakan Ayam Jawa Super di Dusun Bedukan, Pleret, Bantul

Posted on 24 April 2012 by admin

Peternakan merupakan bidang usaha yang digeluti oleh hampir sebagian besar masyarakat di Indonesia, mulai dari masyarakat pedesaan hingga masyarakat perkotaan. Peran dunia peternakan dalam menyokong perekonomian sangat besar. Masyarakat pada umumnya membudidayakan ternak berupa ayam dalam jumlah yang sedikit, ternak tersebut harapannya dapat dijual dan menghasilkan uang. Terdapat banyak perusahaan peternakan yang pengelolaanya dalam skala industri. Dunia peternakan sangat dekat dengan politik yang berpengaruh terhadap perekonomian negara.

Dunia peternakan tidak dapat di pandang sebelah mata, terbukti kebutuhan konsumsi dari produk hewani sangat tinggi yang pencukupannya tidak dapat di penuhi dari produksi dalam negeri saja. Impor adalah solusi yang ditawarkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Impor yang dilakukan pemerintah adalah impor susu yang mencapai 70%. Dalam bidang industri unggas, kebutuhan berupa daging dan telur sudah dapat terpenuhi dari dalam negeri. Namun pengadaan anak ayam dan pakan untuk ayam petelur belum terpenuhi dari dalam negeri sehingga masih harus impor.

Kebutuhan konsumsi produk hewani dari hari kehari akan semakin meningkat, hal ini sesuai dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Saat ini, meskipun konsumsi daging di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan Negara tetangga tetapi dalam mencukupinya harus dilakukan impor. Perlu dilakukan sebuah upaya untuk meningkatkan jumlah produksi produk hewani agar dapat mengimbangi konsumsi yang semakin meningkat sehingga diharapkan nilai impor dapat di tekan. Berawal dari hal tersebut, Klaster Peternakan RCDC MITI Yogyakarta menyusun rencana untuk dapat membantu meningkatkan jumlah produksi produk hewani dan mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat akan produk hewani.

Dunia peternakan adalah dunia bisnis, dalam memproduksi produk hewani akan didapatkan keuntungan. Dengan demikian, klaster peternakan berada dibawah pengelolaan RCDC MITI JOGJA sehingga dalam membentuk bisnis ini dan melibatkan masyarakat desa dalam kegiatan produksinya. Masyarakat yang dipilih adalah warga Dusun Bedukan, Pleret, Bantul dan yang bekerjasama dalam bisnis ini adalah ibu-ibu. Pemilihan ibu-ibu sebagai patner kerja bertujuan untuk pemberdayaan kaum perempuan dan meningkatkan keterampilan perempuan dalam membantu menyokong perekonomian keluarga. Selama ini kaum perempuan pada umumnya berada di garda belakang dalam masalah perekonomian, tetapi dalam kerjasama ini diharapkan para perempuan dapat menambah penghasilan dengan tetap berada di belakang suami dalam masalah perekonomian.

Bisnis peternakan yang dipilih adalah pemeliharaan ayam Jawa Super, ayam ini dihasilkan dari persilangan pejantan ayam kampung berkualitas unggul dengan betina ayam layer. Pemilihan pemeliharaan ayam jawa super dikarenakan prospek ayam kampung dalam konsumsi masyarakat sangat tinggi dan di perlukan banyak produksi ayam kampung. Pemeliharaan ayam kampung asli sampai panen (siap dikonsumsi) memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga dipilih ayam jawa super yang pemeliharaanya relative lebih cepat yakni selama 2 bulan sudah siap dipanen. Kelebihan tersebut yang menjadi pendukung dalam bisnis dibidang peternakan ayam jawa super.

Ibu-ibu yang bergabung dalam kelompok ternak ayam jawa super saat ini berjumlah 16 orang dan dibagi menjadi 4 kelompok dengan masing masing kelompok 4 anggota. Masing-masing kelompok akan memelihara ayam jawa super sebanyak 500 ekor, mulai dari DOC (Day Old Chick/anak ayam umur sehari) sampai dengan panen. Pemeliharaan tersebut dilakukan langsung oleh kelompok dengan didampingi tim klaster peternakan RCDC MITI sebagai pengawas dan pembantu pemeliharaan, namun secara keseluruhan kelompoklah yang lebih banyak bekerja. Tim klaster peternakan membantu dalam pengadaan sarana produksi ternak, perlengkapan kandang, DOC, pakan dan obat.


Gambar 1. Pendampingan pemberian vaksin kepada kelompok ternak

Pemeliharaan ayam tidak dilakukan serempak untuk semua sub kelompok, tetapi dilakukan pembagian dan penjadwalan memulainya pemeliharaan ayam. Penjadwalan ini dilakukan untuk menghindari jumlah panen yang melimpah serta untuk mendapatkan waktu panen ayam yag berkesinambungan sehingga ayam dapat tetap tersedia sewaktu-waktu dibutuhkan. Pemeliharaan ayam jawa super periode I ini masih menggunakan pakan komersil yang di beli di toko. Untuk periode selanjutnya teknologi yang akan digunakan dalam pemeliharaan ayam jawa super ini adalah teknologi pakan  fermentasi dengan bahan pakan lokal yang terdapat di sekitar daerah Bedukan, Pleret, Bantul. Teknologi pakan fermentasi saat ini sedang dalam tahap penelitian (uji coba) oleh tim klaster peternakan.

Pemeliharaan ayam sudah berlangsung kepada 2 kelompok dengan memanfaatkan 2 lokal kandang, sedangkan 2 kelompok lainnya menunggu selesainnya pembuatan kandang. Pemeliharaan ayam dilakukan dengan mengatur jadwal mulainya pemeliharaan. Saat ini jarak pemeliharaan antara kelompok satu dengan yang lainnya adalah 1 sampai 2 minggu. Besar harapan kami pemeliharaan ayam jawa super ini dapat meningkatkan jumlah produksi peternakan dan melatih kemampuan warga Dusun Bedukan khususnya ibu-ibu kelompok ternak. Selain itu, kami juga berharap kelompok dan pengelola mendapat keuntungan dari pemeliharaan ayam jawa super sehingga didapatkan pemasukan sebagai hasil dari sebuah usaha.

Gambar 2. Pemeliharaan ayam jawa super periode I

oleh Eko Yasin P.M. (RCDC MITI Yogya)

Comments (0)

Pengurus MITI klaster Mahasiswa 2012

Tags: , , , ,

Pengurus MITI klaster Mahasiswa 2012

Posted on 27 March 2012 by admin

Alhamdulillah, setelah melalui proses seleksi yang panjang akhirnya ditetapkan kepengurusan MITI klaster Mahasiswa 2012. Berikut nama-nama pengurus yang baru ditetapkan:

 

Ketua : drh. Tasik Aji Prabowo
Sekretaris Umum : Sofa Abdul Mu’in Multazam, S.Pd.
KaDept. HRD : Asnia Ratna Paramitha, S.Pt.
KaDept Jaringan dan Kemitraan : Aditya Rangga Yogatama, S.E.
KaDept Riset& Pendayagunaan Iptek : Mega Trisutha Pathiassana
KaDept Hubungan Luar Negeri : Iffan Sultami
KaDept Pembinaan Wilayah : Wa Ode Nur Isnah, S.Kep.
Korwil Sumbagut : Agus Salim Ka’ban
Korwil Sumbagsel : Nur Hasanah, S.E., M.Sc.
Korwil Jabajakal : Ahmad Ufuwan
Korwil Jabalnusra : Febria Azilda, S.TP.
Korwil Jateng-DIY : Eksa Rusydiana, S.P.
Korwil Kalimantan : Panji Arohman, S.Pi.
Korwil Sulawesi : Siti Zakiyah, S.Pd.

Selamat bekerja dan semoga amanah.

Comments (1)

Tags: , , ,

Program Radio Hidup di Luar Negeri Edisi Mesir: 25 Desember 2011

Posted on 25 December 2011 by admin

Bidang Hubungan Luar Negeri MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia) Mahasiswa bekerjasama dengan Radio Pengajian Dot Com akan menyiarkan program HIDUP DI LUAR NEGERI EDISI MESIR (sebuah program sharing pengalaman bagaimana seorang muslim/ah studi dan bertahan hidup di luar negeri, dengan tetap mempertahankan iman di tengah sahara kehidupan)

InsyaAllah akan disiarkan langsung di http://radiopengajian.com/ pada:

Hari/Tanggal : Ahad / 25 Desember 2011 (29 Muharram 1433 H)

Waktu : 20.00 – 21.30 WIB (14.00 – 15.30 CET)

Narasumber : Muhammad Elvandi (Al Azhar, Mesir)

Sahabat Kajian : Ihsan Iswaldi (HLN MITI Mahasiswa)

-HLN MITI Mahasiswa & RPDC (www.mitimahasiswa.com dan http://radiopengajian.com/)

Comments (0)

Upgrading dan Penandatanganan MoU Kerjasama RCDC Jogja

Tags: , , ,

Upgrading dan Penandatanganan MoU Kerjasama RCDC Jogja

Posted on 22 December 2011 by admin

RCDC subwilayah Yogyakarta – Pada hari Ahad, 11 Desember 2011 lalu telah mengadakan upgrading di Dusun Bedukan, Desa Pleret, Bantul. Training yang diadakan di rumah bapak Hanafi, S.Ag, M.Ag ini diperuntukan bagi tim cluster riset RCDC yang sedang mengadakan kegiatan community development di Dusun tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 18 mahasiswa dari kampus UGM, UNY, Amikom, dan UIN Sunan Kalijaga. Sebagian besar mahasiswa ini merupakan alumni peserta Workshop Riset, Training Riset Comdev maupun Training for Trainer Riset Comdev MITI-Mahasiswa yang diadakan di beberapa kampus di Yogyakarta.

Salah satu alumni yang tidak pernah absen mengikuti serangkaian kegiatan tersebut adalah Shofiyati Nur Karimah (Amikom) yang saat ini menjadi anggota cluster IT RCDC MITI-Mahasiswa. Shofi mengatakan bahwa beberapa kegiatan MITI-Mahasiswa seperti workshop riset, training riset comdev dan TFT Riset comdev membuat dia sadar betapa pentingnya riset dan implementasi ilmu di bangku kuliah untuk masyarakat. Lebih lanjut Shofi mengatakan bahwa MITI-Mahasiswa juga sangat menginspirasi terbentuknya Komunitas Riset dan Teknologi (KRETA) Amikom sehingga saat ini KRETA Amikom berkembang pesat dan dapat berpartisipasi dalam kegiatan comdev MITI-Mahasiswa.

Kegiatan Training Riset Comdev di UNY

Kegiatan Workshop Riset di Amikom

TFT Riset Comdev MITI-Mahasiswa di UIN Sunan Kalijaga

Fokus utama upgrading ini adalah agar tim cluster riset RCDC lebih mengenal potensi dan karakteristik masyarakat Dusun Bedukan dengan menghadirkan bapak Muhammad Hanafi, S.Ag, M.Ag. selaku tokoh setempat dan berdiskusi banyak hal tentang kondisi masyarakat dusun Bedukan serta strategi-strategi pendekatan yang tepat sesuai dengan karakteristik tersebut. Selanjutnya tim cluster juga sharing berbagi pengalaman tentang urgensi dan pengelolaan community development berbasis riset mahasiswa yang dipandu langsung oleh Tri Hanifawati selaku PLH RCDC Pusat MITI-Mahasiswa periode 2010/2011.

Dalam sesi ini tim berdiskusi dengan beberapa pengurus MITI-Mahasiswa dan beberapa anggota cluster yang pernah memiliki pengalaman community development, diantaranya Fajar Inggit Pambudi, pemenang HIBAH MITI-Mahasiswa tahun 2010 yang juga koordinator cluster bidang energi RCDC MITI-Mahasiswa; Tasik Aji Prabowo, direktur LSM Sahabat Peternak di wilayah korban erupsi merapi tahun 2011 yang juga anggota cluster peternakan RCDC MITI-Mahasiswa; Anang Febri Prasetyo, paskasarjana peternakan UGM yang concern di bidang community development yang juga merupakan anggota cluster peternakan RCDC MITI-Mahasiswa, Siti Atikah yang pernah menjadi Korlap pemulihan Gempa di Pangalengan, Bandung, yang juga merupakan anggota cluster pendidikan RCDC MITI-Mahasiswa serta beberapa anggota cluster lain.

Tim cluster RCDC MITI-Mahasiswa dalam Upgrading sesi team work

Pengurus RCDC subwilayah Yogyakarta bersama Presiden MITI-Mahasiswa ketika berkunjung ke Dusun Bedukan

Sesi terakhir dari upgrading ini diisi dengan materi team work building full outdoor oleh Arman Hasan dari Figure-X training dengan penekanan kepada urgensi penguatan kerjasama semua tim cluster dalam mensukseskan kegiatan comdev di Bantul. Keberhasilan community development MITI-Mahasiswa ke depan tentunya harus ditopang oleh tim yang solid, terbuka, dan komitmen sehingga penguatan tim RCDC dalam hal soliditas dan kerjasama harus terus dijaga. MITI-Mahasiswa ibarat sebuah kapal dimana penumpang di dalamnya harus senantiasa saling menjaga, saling melindungi dan mematuhi peraturan-peraturan berlayar sehingga kapal dan para penumpangnya dapat sampai ke tujuan  dengan selamat.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU kerjasama antara PLH RCDC Pusat MITI-Mahasiswa dengan lembaga asal tim cluster sebagai bentuk penguatan peran serta mereka dalam kegiatan community development. Adapun beberapa lembaga yang terlibat dalam kerjasama comdev Integrated Farming System Berbasis Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat di Bantul ini diantaranya adalah Forum Study Mahasiswa Peternakan (Fosmapet) UGM, Komunitas Riset dan Teknologi Amikom (KRETA), Centre of Excellent Students (CES) UNY, Forum Kajian Islam Sains dan Teknologi (FKIST), Majlugho, Forum Riset dan Kajian (FoRiska) dan English of Science and Technology (ECS) UIN Sunan Kalijaga.

Cahyo Prihantoro selaku masinis KRETA Amikom periode 2011 dan juga koordinator cluster IT dalam proyek IFS ini menyatakan bahwa “RCDC MITI-Mahasiswa memberikan banyak bekal pengalaman dan pelajaran kepada anggota KRETA, selain itu dapat memperluas jaringan relasi, juga sebagai wadah untuk membuktikan bahwa IT bisa bermanfaat untuk masyarakat.” Hal senada juga disampaikan oleh Eko Rizqa ketua CES UNY bahwa mahasiswa CES UNY mendapatkan semangat baru untuk berkontribusi langsung dengan masyarakat. Eko berharap bahwa upaya yang dilakukan MITI-Mahasiswa dan gabungan beberapa kampus di Yogyakarta yang tergabung dalam RCDC MITI-Mahasiswa ini akan berdampak jangka panjang terhadap masyarakat, tidak  hanya sekedar musiman/mengejar proyek semata. CES UNY bangga bisa menjadi bagian dari agen-agen perbaikan bangsa. Lystia Rosmita, ketua ESC UIN Sunan Kalijaga dan juga koordinator cluster Desa Asri RCDC MITI-Mahasiswa mengatakan bahwa kegiatan community development bisa menjadi ajang akselerasi keilmuan dan potensi bagi mahasiswa yang terlibat sehingga mahasiswa mampu mengimplementasikan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah. Tidak sekedar teori, namun juga pelatihan mental dalam menghadapi masyarakat. Yang tidak kalah penting program comdev yang dicanangkan oleh MITI-Mahasiswa  memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Liputan langsung: Cluster IT RCDC MITI-Mahasiswa Yogyakarta

Comments (2)

Advertise Here
Advertise Here