Archive | Foto

Tags: , , ,

Menguak Dunia Nanoteknologi: Inovasi Aplikasi dalam Industri (Catatan Kecil Temu Wilayah JADIY)

Posted on 21 November 2011 by admin

Sabtu (12/11), Research Incubator Center FMIPA Undip mengadakan seminar nasional dan pameran inovasi tentang Nanoteknologi di gedung Prof. Sudarto, Tembalang. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa Undip saja, melainkan mahasiswa di luar Undip, seperti UGM, Unnes, dan UNS turut antusias atas tema seminar nasional yang diangkat. Berbagai mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu turut hadir di sini. Acara dibuka oleh Dr. Muhammad Nur, DEA, selaku Dekan FMIPA yang turut berperan pula sebagai peneliti.

Pembicara berkompeten seperti Drs. Suharna Surapranata, MT selaku Menteri Ristek RI (2009-2011) turut menyedot perhatian peserta. Selain itu, Dr. Warsito, M.Eng sebagai Ketua MITI yang mendapatkan hak paten Tomograf 4 D di NASA USA, CEO Edwar Technology bertindak sebagai pembicara kedua. Peneliti lain, Dr. Nurul  Tafiqu Nur Rahman, M.Eng turut berperan sebagai pembicara ketiga dan Prof. Dr. Harianto Haridjasaputra, guru besar teknik sipil Undip sebagai pembicara keempat. Seluruh pembicara berkolaborasi dan berdiskusi mengenai dunia nanoteknologi, suatu strategi pengembangan inovasi aplikasi riset dalam industri.

Teknologi berkembang dari masa ke masa. Semakin canggih sifatnya, maka akan semakin mempermudah pekerjaan manusia. Hal ini tidak terlepas oleh rasa keingintahuan yang tinggi dari seorang peneliti untuk menemukan inovasi baru dalam teknologi. Nanoteknologi adalah teknologi pada skala nanometer, atau sepersemilyar meter. Ukuran nanometer dapat dibayangkan ukuran sehelai rambut (kira-kira 50 mikrometer) dan satu nanometer adalah seperseribu mikrometer, atau kira-kira sama dengan diameter rambut kita yang telah dibelah 50.000 kali. Nanoteknologi menjadi penting dalam dunia rekayasa karena manusia berusaha untuk mengintegrasikan suatu fungsi atau kerja dalam skala ukuran yang lebih kecil dan lebih kecil sehingga memperkecil energi yang diperlukan dan mempercepat proses produksi.

Human Resources in Nanotechnology (KRT, 2009), dari total 620 peneliti di Indonesia, peneliti yang terbesar berasal dari LPND (47%), selanjutnya peneliti dari Universitas (46%), peneliti dari kementrian (4,5%), dan industri (2%). Bapak Suharna menjelaskan perlu adanya hubungan peran yang harmonis antara nation’s player: pihak pemerintah, dukungan usaha/ industri, serta masyarakat dalam mengembangkan teknologi. Ironisnya, baru 2% industri yang memanfaatkan inovasi yang tinggi. Apa yang dimiliki oleh inovator belum diterapkan sepenuhnya oleh dunia industri. Bangsa Indonesia tidak perlu pesimis atas peringkat daya saingnya yang masih jauh di atas rata-rata. Keunggulan kompetitif perlu dikembangkan dan peran dari nation’s player harus seimbang dan mampu menghubungkan titik-titik peluang yang ada.

From Lab to Market

Pengembangan nanoteknologi dari riset menjadi pemasaran industri memang memerlukan sebuah pengorbanan ‘darah’ dan ‘air mata’. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Warsito, M.Eng, mengingat pengalaman beliau dalam merintis pembuatan 32 CH online, 4D ECVT hingga mendapatkan hak paten di NASA USA. Sebuah penghargaan besar bagi Indonesia berkat karya putra bangsa yang cemerlang di bidang nanoteknologi. Beliau turut menjelaskan tidak sesuatu yang instant atau tiba-tiba. Sebuah inovasi memiliki harga pengorbanan yang tak bisa diukur oleh materi.

Sebuah riset dapat dikatakan sebagai technopreneurship jika memiliki nilai jual/ nilai tambah. Kiat-kiat technopreneurship menurut ilmuwan yang satu ini antara lain bold will (keinginan yang amat kuat), defined offer (kontribusi yang real), due dilligent (menyelesaikan produk dengan finishing yang sempurna), dan sacrifice (nilai pengorbanan).  Tantangan start up entrepreneur berbasis inovasi perlu dikaji dalam forum ilmiah internasional, forum interaksi dengan industri, motivational educational, infrastruktur dasar dan legal formal.

Bapak Warsito mencontohkan tokoh Steve Jobs, pendiri perusahaan Apple dan Pxsar Inc yang sempat putus sekolah lantaran masalah biaya serta didepak oleh saham perusahaannya sendiri karena alasan perilakunya yang irrasional namun ia dapat bertahan dan berkembang maju pesat akibat pemikiran baru yang dihasilkan. Beliau menjelaskan, “Kondisi adalah sebuah proses yang membuat Anda harus membuat pilihan. Hal yang menjadikan kita besar adalah karena kita belajar. So, jangan berhenti belajar meski kita sudah tergolong orang ‘besar’.”

Nanoteknologi sebagai cabang baru teknologi populer sedang dikembangkan dan diharapkan sebagai ruang pencerahan dalam pengembangan industri di Indonesia. Pada kenyataannya, produk dengan sentuhan nanoteknologi sudah banyak dimanfaatkan dan terdapat > 1000 jenis produk mulai dari aplikasi nanoteknologi di bidang proses pengolahan makanan, pertanian, kosmetik, konstruksi, medical and healthcare, dsb. Bapak Nurul mencontohkan produksi yang dibuat beliau sendiri seperti herbal nano; kopi nano, temulawak nano, dan daun kumis kucing nano yang telah digunakan oleh berbagai macam industri dan diekspor ke mancanegara. Herbal nano merupakan satu-satunya produk nanoteknologi dunia yang dirintis oleh beliau. Di sisi lain, Guru Besar Undip, Bapak Harianto mencontohkan produknya, Ultra High Performance Concrete (UHPC) aplikasi dalam struktur beton yang ramping, ringan serta penghematan energi.

Dalam acara diskusi, saya menanyakan tentang rokok herbal yang memanfaatkan nanoteknologi. Meski menimbulkan pro dan kontra tentang kehadiran rokok herbal, produk rokok herbal dalam skala ilmiah dinilai positif karena mengurangi radikal bebas bagi yang menghisap dan aroma terapi bagi yang menghirup. Namun sayang, daya jangkau masyarakat (terutam bagi pecandu rokok) masih rendah untuk mengkonsumsi rokok herbal karena belum dipasarkan secara luas dan harga rokok relatif mahal. Saya masih penasaran tentang peran pemerintah terhadap produk-produk nanoteknologi yang masih dicap ‘ekslusif’ sehingga belum dikonsumsi oleh masyarakat luas. Bagaimana cara untuk mengaplikasikan nanoteknologi dalam setiap industri sehingga dapat dimanfaatkan secara luas? Yap. Memang benar, perlu proses yang panjang dan pengorbanan besar seperti yang diuraikan oleh Bapak Warsito.

Dalam penutup seminar, Bapak Nurul menjelaskan perkembangan isu nanoteknologi dalam lima tahun terakhir sangat pesat dan dalam waktu dekat Indonesia akan memasuki ‘era nano’, di mana produk-produk nano membanjiri pasar nasional. Perhatian pemerintah dan swasta mulai intens dengan memfokuskan strategi percepatan penerapan nanoteknologi di industri nasional. Dukungan pemerintah baik berupa kebijakan dan insentif harus segera diberikan dalam rangka mengawal pertumbuhan industri nano di Indonesia.

Penulis & Foto: Ania Maharani 

Comments (0)

Tags: , , , ,

Program “One Step to Japan”

Posted on 27 October 2011 by admin

Program ini merupakan program pendampingan bagi seluruh mahasiswa di seluruh kampus mitra yang berharap melanjutkan studinya di Jepang, terutama dengan beasiswa. Dalam hal ini MITI Mahasiswa bekerja sama dengan beberapa jaringannya yang ada di Jepang dan untuk mengikuti berbagai kegiatan darinya, para calon peserta harus melalui beberapa proses seleksi.

Salah satu tindak lanjut dari proses pembinaan pernah diadakan di Universitas Diponegoro (Undip) sebagai tuan rumah. Para peserta yang terpilih kemudian dibina dan diberikan berbagai evaluasi terkait persiapan-persiapan mereka untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 20 Agustus 2011 tersebut terbagi menjadi dua sesi: Continue Reading

Comments (0)

Tags: , , , ,

Temu Wilayah Sumatera Bagian Selatan

Posted on 27 October 2011 by admin

24-25 September 2011 lalu, MITI Mahasiswa melakukan temu wilayah bersama rekan-rekan dari kampus mitra yang ada di Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel). Temu wilayah ini tidak hanya diisi dengan jumpa kangen saja, akan tetapi juga dengan berbagai acara seperti seminar beasiswa dan seminar ilmiah nasional. Aula Universitas Sriwijaya yang menjadi tuan rumah saat itu, benar-benar padat dipenuhi oleh para peserta yang begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Harapannya, semoga kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi rekan-rekan mahasiswa yang ada di Sumbagsel sana untuk terus berkarya dan berkreasi bagi diri dan juga bangsa. (Ega) Continue Reading

Comments (0)

Tags: , , , , ,

GIPI

Posted on 25 October 2011 by admin

GIPI (Gebyar Inovasi Pemuda Indonesia), 29-30 Januari 2011 dilaksanakan di Graha Widya Wisuda IPB. Kegiatan ini dapat terselenggara atas kerjasama antara MITI-M & Forcess-IPB yang turut menampilkan beragam pameran inovasi mahasiswa di berbagai bidang. Acara yang mampu menyedot 2.500 orang peserta ini, turut dihadiri oleh Bapak Suharna Surapranata (Menristek RI), Bapak AhmadHeryawan (Gubernur Jawa Barat), dan Bapak  Herry Suhardiyanto (Rektor IPB). Selain itu, acara ini pun diisi oleh beberapa acara seperti talkshow bersama para ilmuwan Indonesia, seperti Bapak Warsito P. Taruno dan Bapak Kaharuddin Djenod. Continue Reading

Comments (0)

Tags: , , , ,

Semiloka 6th

Posted on 24 October 2011 by admin

MITI Mahasiswa bekerja sama dengan Forcess IPB mengadakan kegiatan Semiloka 6th pada tanggal 28-29 Januari 2011. Hal ini bertujuan untuk mensinergisasikan setiap gerak dan kegiatan kampus mitra MITI-M yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Berikut ini beberapa potret kegiatan tersebut. (Ega)

 

Photo by Chiku 

Comments (0)

Yang-aku-lupakan-nama-sistemnya

Tags: , , , , , ,

Training for Trainer MITI-M

Posted on 22 October 2011 by admin

Berikut ini merupakan beberapa sketsa yang diambil ketika pelaksanaan Training For Trainer Research & Community Development Centre MIT-M yang dilaksanakan di UIN Sunan Kalijaga pada hari pertama & Desa Sukunan pada hari keduanya.

Salah satu hal yang menyenangkan adalah ketika melakukan kunjungan ke Desa Sukunan yang masyarakatnya telah berhasil dalam mengelola sampah. Keberhasilannya tersebut pun juga mengantarkan mereka mencapai kemandirian ekonomi, meski tanpa bantuan dari pemerintah. Satu hal yang pasti di desa tersebut adalah ‘tidak ada sampah di sana’. Coba bayangkan, jika ada banyak lingkungan di Indonesia yang meniru kebiasaan baik Desa Sukunan, akan seperti apa Indonesia di masa depan nanti ya? (Ega) Continue Reading

Comments (2)

Advertise Here
Advertise Here