Archive | Press Release

AL-ARDVICI bersama MITI Mahasiswa: “Road Show of Indonesia”

Tags: , , , ,

AL-ARDVICI bersama MITI Mahasiswa: “Road Show of Indonesia”

Posted on 24 January 2012 by admin

 

AL-ARDVICI adalah salah satu partner dan mitra kerja dari MITI Mahasiswa. Dimana program pembinaan yang dilaksanakan oleh AL-ARDVICI salah satunya merupakan program pemenang HIBAH MITI Mahasiswa tahun 2010 lalu.

Kali ini saya sendiri, selaku salah satu team Pendayagunaan IPTEK MITI Mahasiswa, berkesempatan mengisi berbagai seminar dan Workshop pembinaan Nasional sebagai upaya menginisiasi program Community Development di berbagai Kampus yang ada di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung sejak bulan November-Desember 2011.
1. Perjalanan di Mulai dari Universitas Sriwijaya yang dihadiri oleh kampus sumatera bagian selatan, yakni UNSRI, UNJA, UNIB, IAIN Ar-Raniry Palembang, UNILA. Kegiatan berlangsung selama 2 hari 3 malam bertempat di Wisma MAN Model Palembang. Pada momen ini saya menyampaikan stimulus bagaiamna aktifitas memulai riset yang kemudian bisa dikembangkan menjadi kegiatan pemberdyaan masyarakat.
Continue Reading

Comments (0)

Peraih Best Favorite Neuron Award 2011 MITI-Mahasiswa

Tags: , , ,

Peraih Best Favorite Neuron Award 2011 MITI-Mahasiswa

Posted on 09 December 2011 by admin

Setelah melalui proses voting via web selama lebih dari satu bulan, telah terpilih lembaga yang berhak menyandang prediket sebagai Best Favorite Neuron Award 2011 MITI-Mahasiswa. Kami ucapkan selamat kepada LPM Penalaran UNM yang telah terpilih sebagai peraih neuron award untuk kategori Best Favorite ini.

Best Favorite diberikan kepada lembaga yang memiliki voting terbanyak selama jangka waktu yang ditentukan di web MITI-Mahasiswa. Best Favorite ini diberikan untuk menilai daya popularitas dan akseptabilitas lembaga, baik di kalangan mahasiswa di tataran kampusnya, ataupun mahasiswa di kampus lain. Semakin banyak voting yang diperoleh sebuah lembaga, menunjukkan semakin dikenalnya lembaga tersebut oleh banyak orang.

Berikut merupakan hasil akhir jumlah suara yang dimiliki masing-masing lembaga yang lolos pada putaran semi-finalis Neuron Award MITI-Mahasiswa, yang proses voting berakhir pada 8 Desember 2011.

  1. Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) – UNM 4520
  2.  Kelompok Peneliti Muda (KPM) – UNJ 3948
  3. Research & Business (R & – Undip 3685
  4. Pusat Pengembangan Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa (PPIPM) – UNP 2269
  5. Forum for Scientific Studies (Forces) – IPB 966
  6. Gama Cendikia (GC) – UGM 890
  7. Lembaga Penelitian dan Pengkajian Intelektual Mahasiswa (Leppim) – UPI 846
  8. Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (KPI) – Unhas 684
  9. Lingkar Ilmiah Studi Mahasiswa (Lisma) – Untan 588
  10. Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa (UKIM) – Unesa 439
  11. Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya (KSM EP) – UI 415
  12. Lembaga Kajian Mahasiswa (LKM) – UNJ 414
  13. Inkubator Sains (Inkubs) – USU 388
  14. Rekayasa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Riptek) – Unnes 364
  15. Excellent, Intellectual, and Smart Student (Exist) – Unja 348
  16. Studi Ilmiah Mahasiswa (SIM) – UNS 291
  17. Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Penelitian Mahasiswa (UKM KPM) – UMY 85
  18. Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian (UKMP) – Unnes 72
  19. Kelompok Ilmiah (KI) – Poltekkes Kemenkes Malang 42

Untuk kategori penghargaan lainnya, telah diselenggarakan babak finalnya di Bandung pada 27 November 2011 lalu, dengan hasil peraih Best of The Best oleh Forces IPB, Best Peformance diraih UKMP Unnes, Best Contributive diraih LPM Penalaran UNM, dan Best Research and Publication yang diraih oleh UKM Gama Cendekia UGM. Masing-masing peraih penghargaan berhak mendapatkan hadiah sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, dan akan diundang pada acara Gebyar Inovasi MITI-Mahasiswa pada awal tahun 2012 nanti.

Selamat kepada para pemenang. Tiada kata henti untuk terus berkarya.

Comments (1)

Mahasiswa Undip Juarai MITI Award 2011

Tags: , , ,

Mahasiswa Undip Juarai MITI Award 2011

Posted on 01 December 2011 by admin

Dengan Tema “Pemuda Sebagai Agen Perubahan Berkontribusi dengan Inovasi”, acara penganugerahan kepada mahasiswa yang berprestasi, memiliki integritas kepibradian yang tinggi, visioner dan kontributif ini diharapkan dapat memicu lahirnya mahasiswa-mahasiswa yang kompeten, profesional, kontributif dan berakhlak mulia dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan bermartabat.

Mahasiswa Universitas Diponegoro berhasil memenangkan MITI Award Tingkat Nasional yang berlangsung bersamaan dengan Seminar Nasional “Peran Riset dan Pendidikan dalam Meningkatkan Daya saing Bangsa” yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia dan MITI pada minggu, 27 November 2011 di Bandung, Jawa Barat.

Kembali untuk kali ke 3 ajang tahunan bergengsi, Masyarakat dan Ilmuwan Teknolog Indonesia (MITI) AWARD 2011 secara resmi diluncurkan. Kegiatan yag mendapat dukungan penuh dari MITI (Masyarakat dan Ilmuwan Teknolog Indonesia) Mahasiswa ini melibatkan stakeholder yang terkait yaitu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

MITI AWARD 2011 diselenggarakan untuk memicu lahirnya mahasiswa- mahasiswa yang kompeten, profesional, kontributif dan berakhlak mulia dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan bermartabat. Sehingga ditekankan bahwa mahasiswa yang mengikuti ajang MITI AWARD 2011 ini adalah mahasiswa yang berprestasi secara akademik, aktif berorganisasi,berperilaku baik (integritas kepibradian yang tinggi) serta kontributif bagi masyarakat di sekitarnya.

Rangkaian kegiatan MITI AWARD 2011 ini dimulai dengan penyeleksian Tahap I dan Tahap II di tujuh wilayah(Sumatera bagian Utara, Sumatera bagian Selatan, Jabar -DKI Jakarta, Jateng-DIY, Jatim-Nusa Tenggara-Bali,Kalimantan,Sulawesi) untuk kemudian diseleksi di tingkat Nasional. Penyeleksian tersebut adalah berupa seleksi administrasi dan seleksi penulisan essai dan wawancara yang selanjutnya presentasi karya tulis (essay) dalam bahasa Inggris.

Mahasiswa yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Tri Wahyudi (Fakultas Teknik UNDIP) yang memperoleh peringkat 1, disusul oleh Muhammad Zukir (UNP) di peringkat 2 , Rizkia (UGM) peringkat 3 dan Sony (ITS) di posisi ke 4 . Seleksi yang berlangsung di Auditorium FPTK UPI itu berlangsung dengan 2 sesi seleksi dengan 3 juri yaitu Ibu Ana dosen UPI, Yuda Achdiyani ketua departemen PI (Pendayagunaan IPTEK) MITI Mahasiswa dan Retno Widiastuti (Indonesia Megajar, Jaringan Kemitraan MITI Mahasiswa). Pertama, setiap peserta harus menyampaikan tema “Pemuda Sebagai Agen Perubahan Berkontribusi dengan Inovasi” dengan berbagai macam metode penyampaian dan dilanjutkan dengan tanya jawab oleh dewan juri. Sesi kedua, setiap peserta akan mengambil undian gambar dari panitia dan harus mendeskripsikan gambar terebut. Bahasa komunikasi yang disyaratkan adalah bahasa Inggris.

Puncak rangkaian kegiatan MITI Award 2011 adalah penganugerahan hadiah berupa Uang pembinaan, tropi dan sertifikat di GIPI (Gebyar Inovasi Pemuda) 2 MITI Mahasiswa di Universitas Indonesia bulan Januari 2012. 

MITI Mahasiswa mengucapkan selamat kepada para pemenang, semoga Prestasi dan Semangatnya memberikan inspirasi kepada mahasiswa yang lain sehingga mampu mewujudkan Indonesia yang maju dan bermartabat. Aamiin.

Comments (0)

Mahasiswa Universitas Brawijaya Raih Juara I MPC Nasional

Tags: , , , , ,

Mahasiswa Universitas Brawijaya Raih Juara I MPC Nasional

Posted on 01 December 2011 by admin

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang atas nama Yayon Pamula Mukti dan Supriyadi berhasil menjadi Juara I kompetisi karya tulis mahasiswa tingkat nasional bertajuk MITI Paper Challenge (MPC) yang digelar oleh Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Mahasiswa. Acara final yang digelar bersamaan dengan Festival Ilmiah Mahasiswa (FIM) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung (27/11) menghadirkan 10 finalis yang berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Negeri Semarang (UNNES) serta Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Eksa Rusdiyana selaku ketua panitia MPC menyampaikan, bahwa lomba karya tulis dengan tema Rekayasa Potensi Lokal/Sumber Daya Alam Sebagai Basis Ekonomi untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat tersebut diikuti oleh 103 peserta dari seluruh Indonesia yang kemudian terpilih 10 finalis untuk mempresentasikan karyanya. Dewan juri yang terdiri atas Dr. Rohadi Awaluddin (BATAN), Husna Amalya Melati, S.Si, M.Si (Dosen Universitas Tanjungpura) serta Aliya Tusya’ni, S.Psi akhirnya memilih karya mahasiswa Universitas Brawijaya dengan judul “Active-Smart Biopackaging Berbasis Antosianin Murberi (Morus alba sp.) Sebagai Indikator Kesegaran dengan Diperkaya Antimikroba Dari Kitosan, Serta Aplikasinya Untuk Mendeteksi dan Memperpanjang Umur Simpan Produk Ikan dan Olahannya” sebagai juara pertama.

Juara kedua diraih oleh Universitas Gadjah Mada atas nama Faradhyta Maharani Putri, Amelia Rahayu, Winda Ratlin Rarasati dengan judul karya “UKM Geplak Ampas Tahu : Solusi Cerdas Atasi Limbah Berdaya Jual Tinggi pada Paguyuban Pengrajin Tahu Dusun Gunungsaren”. Sedangkan juara 3 diraih oleh Achmad Choiruddin, Kurniasari Aisyiah, Putri Ika Wahyu Retno Juwita dari ITS dengan judul karya “Sa-Go-Ku (Sambal Goreng Kupang) : Kreasi Makanan Identitas Kabupaten Sidoaro sebagai Alternatif Pemberdayaan Masyarakat di Pasar Baru Porong”. Adapun Juara Harapan 1-3 berturut-turut diraih oleh UNNES, UNDIP dan UNY. Para pemenang berhak  memperoleh hadiah berupa sertifikat, throphy serta uang pembinaan.

Comments (0)

Press Release The Neuron Award 2011

Tags: , , , ,

Press Release The Neuron Award 2011

Posted on 29 November 2011 by admin

“…sudah selayaknya sebuah organisasi dimanage dengan baik. Mulai dari visi misi yang jelas, struktur organisasi yang mapan, sistem kaderisasi yang memadai, sampai kepada kebermanfaatan dari kegiatan-kegiatannya bagi mahasiswa. Tanpa dikelola dengan baik, sehebat apapun cita-cita organisasi tersebut, tidak akan memiliki efek berarti bagi terbentuknya mahasiswa yang inovatif dan kompeten” (Andrie Javs, Presiden MITI Mahasiswa)

Perguruan tinggi memerlukan pendukung dalam mewujudkan aspek penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat agar berkembang sesuai dengan harapan. Untuk mendukung peranan perguruan tinggi tersebut maka dibutuhkan suatu organisasi kemahasiswaan yang bergerak  menjalankan penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. Salah satu organisasi yang tepat untuk melaksanakannya adalah Organisasi Mahasiswa bidang Penalaran dan Penelitian atau disebut juga Organisasi Riset Mahasiswa. The Neuron Award hadir untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada organisasi riset mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang terbukti mampu mengelola lembaganya dengan baik, memiliki prestasi tinggi, dan berkontribusi banyak dalam mengatasi problematika di lingkungan masyarakat dan kampusnya melalui dunia penelitian. Harapannya dengan adanya pemberian penghargaan ini akan memacu para pengurus organisasi untuk menjadikan organisasinya sebagai organisasi yang benar-benar matang, profesional, prestatif, dan kontributif.

Setelah melewati beberapa tahapan seleksi dan assessment, yang terdiri dari self assessment, tinjauan ke sekretariat lembaga, serta interview kepada ketua lembaga, dan juga dengan mempertimbangkan aspek pengelolaan lembaga, sistem kaderisasi, budaya diskusi, pengelolaan jaringan, prestasi, riset dan publikasi, serta kontribusi yang diberikan lembaga terhadap kampus dan masyarakat di sekitarnya, maka terpilihlah 11 organisasi riset mahasiswa terbaik se Indonesia versi MITI-Mahasiswa yang selanjutnya berkompetisi di babak final The Neuron Award yang berlangsung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung pada hari Ahad, 27 November 2011. Berikut adalah 11 lembaga finalis The Neuron Award tersebut:

  1. Pusat Pengembangan Ilmiah dan Penelitian MahasiswaUniversitas Negeri Padang (PPIPM UNP)
  2. Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian Universitas Negeri Semarang (UKMP UNNES)
  3. Lembaga Kajian Mahasiswa Universitas negeri Jakarta (LKM UNJ)
  4. Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UKIM UNESA)
  5. UKM Gama Cendikia Universitas Gajah Mada (GC UGM)
  6. UKM Forum For Scientific Studies Institut Pertanian Bogor (FORCES IPB)
  7. Lembaga Penelitian dan Pengkajian Intelektual Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (LEPPIM UPI)
  8. UKM Excellent, Intellectual, and Smart Student Universitas Jambi (EXIST UNJA)
  9. UKM Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran Universitas Negeri Makassar (LPM UNM)
  10. UKM Rekayasa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Universitas Negeri Semarang (RIPTEK UNNES)
  11. UKM Research & Business Universitas Diponegoro (RNB UNDIP)

Dinginnya Kota Bandung menjadi saksi perjuangan masing-masing perwakilan lembaga untuk meyakinkan juri, bahwa lembaga merekalah yang terbaik, sehingga layak mendapatkan penghargaan yang bergengsi ini. Masing-masing finalis memiliki waktu 25 menit untuk mempresentasikan lembaganya di depan juri dan audiens, yang terdiri dari 5 menit untuk pemutaran video profil lembaga, 10 menit presentasi, dan 10 menit terakhir merupakan tanya jawab dengan dewan juri. Pada kesempatan kali ini, dewan juri terdiri dari Dr. Edi Sukur dari Kemenristek, IBP Angga Antagia, SE (Ex Presidium Nasional FoSSEI), dan Aditya Rangga Yogatama, SE.dari Department Jaringan dan Kemitraan MITI-Mahasiswa. Namun, karena harus menghadiri agenda lain, setelah istirahat siang, Dr Edi Sukur digantikan oleh Ibu Istiqomah, MT (Dosen UPI).

Perwakilan lembaga finalis tidak sekedar mempresentasikan lembaga mereka, tetapi juga harus sabar dalam menjawab pertanyaan serta menanggapi komentar, kritik, dan saran dewan juri, yang mana semuanya itu akan menjadi pertimbangan dewan juri dalam menentukan peraih penghargaan The Neuron Award ini.  Ada 5 kategori award yang diperebutkan yaitu: Best Performance, Best Contributive, Best Research and Publication, Best of the Best, dan Best Favorite. Khusus Best Favorite, peraihnya ditentukan oleh jumlah voters lembaga tersebut  yang difasilitasi di website MITI-Mahasiswa. Masing-masing peraih award akan meraih penghargaan berupa trophy  dan sertifikat dari MITI-Mahasiswa, serta uang pembinaan sebesar Rp 1.500.000 untuk Best Favorite, Rp 3.000.000 untuk 3 kategori yang lain, dan khusus Best of the Best akan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 5.000.000.

Cukup sulit bagi dewan juri, untuk menentukan peraih masing-masing kategori yang diperebutkan. Perdebatan antar dewan juri pun sesuatu yang tidak bisa dielakkan, sampai akhirnya pada hari Ahad, 27 November 2011 tepat pada pukul 17.30 WIB di Fakultas Pendidikan Teknik UPI,  diputuskanlah para peraih The National Research Organization Award 2011 MITI-Mahasiswa, yang langsung disampaikan oleh perwakilan dewan juri IBP Angga Antagia, dengan hasil sebagai berikut:

  • Best of the Best diraih oleh UKM Forum for Scientific Studies (FORCES) Institut Pertanian Bogor
  • Best  Performance diraih oleh UKM Penelitian Universitas Negeri Semarang
  • Best Contributive diraih oleh LPM Penalaran Universitas Negeri Makassar
  • Best Research and Publication diraih oleh UKM Pengkajian dan Penelitian Gama Cendekia UGM

Sementara itu, khusus untuk Best Favorite sepenuhnya ditentukan dari voting lembaga yang masih berlangsung hingga 8 Desember 2012 nanti. Semua peraih award akan diundang pada acara Gebyar Inovasi Pemuda Indonesia (GIPI) 2 MITI pada bulan Januari 2012 nanti untuk menerima pemberian Penganugerahan The Neuron Award MITI-Mahasiswa secara resmi.

Selamat kepada para pemenang. Tiada kata henti untuk terus berprestasi dan berkontribusi. Salam Akselerasi!!!

 

Comments (1)

Tags: , , ,

Menguak Dunia Nanoteknologi: Inovasi Aplikasi dalam Industri (Catatan Kecil Temu Wilayah JADIY)

Posted on 21 November 2011 by admin

Sabtu (12/11), Research Incubator Center FMIPA Undip mengadakan seminar nasional dan pameran inovasi tentang Nanoteknologi di gedung Prof. Sudarto, Tembalang. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa Undip saja, melainkan mahasiswa di luar Undip, seperti UGM, Unnes, dan UNS turut antusias atas tema seminar nasional yang diangkat. Berbagai mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu turut hadir di sini. Acara dibuka oleh Dr. Muhammad Nur, DEA, selaku Dekan FMIPA yang turut berperan pula sebagai peneliti.

Pembicara berkompeten seperti Drs. Suharna Surapranata, MT selaku Menteri Ristek RI (2009-2011) turut menyedot perhatian peserta. Selain itu, Dr. Warsito, M.Eng sebagai Ketua MITI yang mendapatkan hak paten Tomograf 4 D di NASA USA, CEO Edwar Technology bertindak sebagai pembicara kedua. Peneliti lain, Dr. Nurul  Tafiqu Nur Rahman, M.Eng turut berperan sebagai pembicara ketiga dan Prof. Dr. Harianto Haridjasaputra, guru besar teknik sipil Undip sebagai pembicara keempat. Seluruh pembicara berkolaborasi dan berdiskusi mengenai dunia nanoteknologi, suatu strategi pengembangan inovasi aplikasi riset dalam industri.

Teknologi berkembang dari masa ke masa. Semakin canggih sifatnya, maka akan semakin mempermudah pekerjaan manusia. Hal ini tidak terlepas oleh rasa keingintahuan yang tinggi dari seorang peneliti untuk menemukan inovasi baru dalam teknologi. Nanoteknologi adalah teknologi pada skala nanometer, atau sepersemilyar meter. Ukuran nanometer dapat dibayangkan ukuran sehelai rambut (kira-kira 50 mikrometer) dan satu nanometer adalah seperseribu mikrometer, atau kira-kira sama dengan diameter rambut kita yang telah dibelah 50.000 kali. Nanoteknologi menjadi penting dalam dunia rekayasa karena manusia berusaha untuk mengintegrasikan suatu fungsi atau kerja dalam skala ukuran yang lebih kecil dan lebih kecil sehingga memperkecil energi yang diperlukan dan mempercepat proses produksi.

Human Resources in Nanotechnology (KRT, 2009), dari total 620 peneliti di Indonesia, peneliti yang terbesar berasal dari LPND (47%), selanjutnya peneliti dari Universitas (46%), peneliti dari kementrian (4,5%), dan industri (2%). Bapak Suharna menjelaskan perlu adanya hubungan peran yang harmonis antara nation’s player: pihak pemerintah, dukungan usaha/ industri, serta masyarakat dalam mengembangkan teknologi. Ironisnya, baru 2% industri yang memanfaatkan inovasi yang tinggi. Apa yang dimiliki oleh inovator belum diterapkan sepenuhnya oleh dunia industri. Bangsa Indonesia tidak perlu pesimis atas peringkat daya saingnya yang masih jauh di atas rata-rata. Keunggulan kompetitif perlu dikembangkan dan peran dari nation’s player harus seimbang dan mampu menghubungkan titik-titik peluang yang ada.

From Lab to Market

Pengembangan nanoteknologi dari riset menjadi pemasaran industri memang memerlukan sebuah pengorbanan ‘darah’ dan ‘air mata’. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Warsito, M.Eng, mengingat pengalaman beliau dalam merintis pembuatan 32 CH online, 4D ECVT hingga mendapatkan hak paten di NASA USA. Sebuah penghargaan besar bagi Indonesia berkat karya putra bangsa yang cemerlang di bidang nanoteknologi. Beliau turut menjelaskan tidak sesuatu yang instant atau tiba-tiba. Sebuah inovasi memiliki harga pengorbanan yang tak bisa diukur oleh materi.

Sebuah riset dapat dikatakan sebagai technopreneurship jika memiliki nilai jual/ nilai tambah. Kiat-kiat technopreneurship menurut ilmuwan yang satu ini antara lain bold will (keinginan yang amat kuat), defined offer (kontribusi yang real), due dilligent (menyelesaikan produk dengan finishing yang sempurna), dan sacrifice (nilai pengorbanan).  Tantangan start up entrepreneur berbasis inovasi perlu dikaji dalam forum ilmiah internasional, forum interaksi dengan industri, motivational educational, infrastruktur dasar dan legal formal.

Bapak Warsito mencontohkan tokoh Steve Jobs, pendiri perusahaan Apple dan Pxsar Inc yang sempat putus sekolah lantaran masalah biaya serta didepak oleh saham perusahaannya sendiri karena alasan perilakunya yang irrasional namun ia dapat bertahan dan berkembang maju pesat akibat pemikiran baru yang dihasilkan. Beliau menjelaskan, “Kondisi adalah sebuah proses yang membuat Anda harus membuat pilihan. Hal yang menjadikan kita besar adalah karena kita belajar. So, jangan berhenti belajar meski kita sudah tergolong orang ‘besar’.”

Nanoteknologi sebagai cabang baru teknologi populer sedang dikembangkan dan diharapkan sebagai ruang pencerahan dalam pengembangan industri di Indonesia. Pada kenyataannya, produk dengan sentuhan nanoteknologi sudah banyak dimanfaatkan dan terdapat > 1000 jenis produk mulai dari aplikasi nanoteknologi di bidang proses pengolahan makanan, pertanian, kosmetik, konstruksi, medical and healthcare, dsb. Bapak Nurul mencontohkan produksi yang dibuat beliau sendiri seperti herbal nano; kopi nano, temulawak nano, dan daun kumis kucing nano yang telah digunakan oleh berbagai macam industri dan diekspor ke mancanegara. Herbal nano merupakan satu-satunya produk nanoteknologi dunia yang dirintis oleh beliau. Di sisi lain, Guru Besar Undip, Bapak Harianto mencontohkan produknya, Ultra High Performance Concrete (UHPC) aplikasi dalam struktur beton yang ramping, ringan serta penghematan energi.

Dalam acara diskusi, saya menanyakan tentang rokok herbal yang memanfaatkan nanoteknologi. Meski menimbulkan pro dan kontra tentang kehadiran rokok herbal, produk rokok herbal dalam skala ilmiah dinilai positif karena mengurangi radikal bebas bagi yang menghisap dan aroma terapi bagi yang menghirup. Namun sayang, daya jangkau masyarakat (terutam bagi pecandu rokok) masih rendah untuk mengkonsumsi rokok herbal karena belum dipasarkan secara luas dan harga rokok relatif mahal. Saya masih penasaran tentang peran pemerintah terhadap produk-produk nanoteknologi yang masih dicap ‘ekslusif’ sehingga belum dikonsumsi oleh masyarakat luas. Bagaimana cara untuk mengaplikasikan nanoteknologi dalam setiap industri sehingga dapat dimanfaatkan secara luas? Yap. Memang benar, perlu proses yang panjang dan pengorbanan besar seperti yang diuraikan oleh Bapak Warsito.

Dalam penutup seminar, Bapak Nurul menjelaskan perkembangan isu nanoteknologi dalam lima tahun terakhir sangat pesat dan dalam waktu dekat Indonesia akan memasuki ‘era nano’, di mana produk-produk nano membanjiri pasar nasional. Perhatian pemerintah dan swasta mulai intens dengan memfokuskan strategi percepatan penerapan nanoteknologi di industri nasional. Dukungan pemerintah baik berupa kebijakan dan insentif harus segera diberikan dalam rangka mengawal pertumbuhan industri nano di Indonesia.

Penulis & Foto: Ania Maharani 

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here