“…sudah selayaknya sebuah organisasi dimanage dengan baik. Mulai dari visi misi yang jelas, struktur organisasi yang mapan, sistem kaderisasi yang memadai, sampai kepada kebermanfaatan dari kegiatan-kegiatannya bagi mahasiswa. Tanpa dikelola dengan baik, sehebat apapun cita-cita organisasi tersebut, tidak akan memiliki efek berarti bagi terbentuknya mahasiswa yang inovatif dan kompeten” (Andrie Javs, Presiden MITI Mahasiswa)
Perguruan tinggi memerlukan pendukung dalam mewujudkan aspek penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat agar berkembang sesuai dengan harapan. Untuk mendukung peranan perguruan tinggi tersebut maka dibutuhkan suatu organisasi kemahasiswaan yang bergerak menjalankan penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. Salah satu organisasi yang tepat untuk melaksanakannya adalah Organisasi Mahasiswa bidang Penalaran dan Penelitian atau disebut juga Organisasi Riset Mahasiswa. The Neuron Award hadir untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada organisasi riset mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang terbukti mampu mengelola lembaganya dengan baik, memiliki prestasi tinggi, dan berkontribusi banyak dalam mengatasi problematika di lingkungan masyarakat dan kampusnya melalui dunia penelitian. Harapannya dengan adanya pemberian penghargaan ini akan memacu para pengurus organisasi untuk menjadikan organisasinya sebagai organisasi yang benar-benar matang, profesional, prestatif, dan kontributif.
Setelah melewati beberapa tahapan seleksi dan assessment, yang terdiri dari self assessment, tinjauan ke sekretariat lembaga, serta interview kepada ketua lembaga, dan juga dengan mempertimbangkan aspek pengelolaan lembaga, sistem kaderisasi, budaya diskusi, pengelolaan jaringan, prestasi, riset dan publikasi, serta kontribusi yang diberikan lembaga terhadap kampus dan masyarakat di sekitarnya, maka terpilihlah 11 organisasi riset mahasiswa terbaik se Indonesia versi MITI-Mahasiswa yang selanjutnya berkompetisi di babak final The Neuron Award yang berlangsung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung pada hari Ahad, 27 November 2011. Berikut adalah 11 lembaga finalis The Neuron Award tersebut:
- Pusat Pengembangan Ilmiah dan Penelitian MahasiswaUniversitas Negeri Padang (PPIPM UNP)
- Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian Universitas Negeri Semarang (UKMP UNNES)
- Lembaga Kajian Mahasiswa Universitas negeri Jakarta (LKM UNJ)
- Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UKIM UNESA)
- UKM Gama Cendikia Universitas Gajah Mada (GC UGM)
- UKM Forum For Scientific Studies Institut Pertanian Bogor (FORCES IPB)
- Lembaga Penelitian dan Pengkajian Intelektual Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (LEPPIM UPI)
- UKM Excellent, Intellectual, and Smart Student Universitas Jambi (EXIST UNJA)
- UKM Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran Universitas Negeri Makassar (LPM UNM)
- UKM Rekayasa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Universitas Negeri Semarang (RIPTEK UNNES)
- UKM Research & Business Universitas Diponegoro (RNB UNDIP)
Dinginnya Kota Bandung menjadi saksi perjuangan masing-masing perwakilan lembaga untuk meyakinkan juri, bahwa lembaga merekalah yang terbaik, sehingga layak mendapatkan penghargaan yang bergengsi ini. Masing-masing finalis memiliki waktu 25 menit untuk mempresentasikan lembaganya di depan juri dan audiens, yang terdiri dari 5 menit untuk pemutaran video profil lembaga, 10 menit presentasi, dan 10 menit terakhir merupakan tanya jawab dengan dewan juri. Pada kesempatan kali ini, dewan juri terdiri dari Dr. Edi Sukur dari Kemenristek, IBP Angga Antagia, SE (Ex Presidium Nasional FoSSEI), dan Aditya Rangga Yogatama, SE.dari Department Jaringan dan Kemitraan MITI-Mahasiswa. Namun, karena harus menghadiri agenda lain, setelah istirahat siang, Dr Edi Sukur digantikan oleh Ibu Istiqomah, MT (Dosen UPI).
Perwakilan lembaga finalis tidak sekedar mempresentasikan lembaga mereka, tetapi juga harus sabar dalam menjawab pertanyaan serta menanggapi komentar, kritik, dan saran dewan juri, yang mana semuanya itu akan menjadi pertimbangan dewan juri dalam menentukan peraih penghargaan The Neuron Award ini. Ada 5 kategori award yang diperebutkan yaitu: Best Performance, Best Contributive, Best Research and Publication, Best of the Best, dan Best Favorite. Khusus Best Favorite, peraihnya ditentukan oleh jumlah voters lembaga tersebut yang difasilitasi di website MITI-Mahasiswa. Masing-masing peraih award akan meraih penghargaan berupa trophy dan sertifikat dari MITI-Mahasiswa, serta uang pembinaan sebesar Rp 1.500.000 untuk Best Favorite, Rp 3.000.000 untuk 3 kategori yang lain, dan khusus Best of the Best akan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 5.000.000.
Cukup sulit bagi dewan juri, untuk menentukan peraih masing-masing kategori yang diperebutkan. Perdebatan antar dewan juri pun sesuatu yang tidak bisa dielakkan, sampai akhirnya pada hari Ahad, 27 November 2011 tepat pada pukul 17.30 WIB di Fakultas Pendidikan Teknik UPI, diputuskanlah para peraih The National Research Organization Award 2011 MITI-Mahasiswa, yang langsung disampaikan oleh perwakilan dewan juri IBP Angga Antagia, dengan hasil sebagai berikut:
- Best of the Best diraih oleh UKM Forum for Scientific Studies (FORCES) Institut Pertanian Bogor
- Best Performance diraih oleh UKM Penelitian Universitas Negeri Semarang
- Best Contributive diraih oleh LPM Penalaran Universitas Negeri Makassar
- Best Research and Publication diraih oleh UKM Pengkajian dan Penelitian Gama Cendekia UGM
Sementara itu, khusus untuk Best Favorite sepenuhnya ditentukan dari voting lembaga yang masih berlangsung hingga 8 Desember 2012 nanti. Semua peraih award akan diundang pada acara Gebyar Inovasi Pemuda Indonesia (GIPI) 2 MITI pada bulan Januari 2012 nanti untuk menerima pemberian Penganugerahan The Neuron Award MITI-Mahasiswa secara resmi.
Selamat kepada para pemenang. Tiada kata henti untuk terus berprestasi dan berkontribusi. Salam Akselerasi!!!




















